Published by Via Maheswari on March 22nd, 2009 at 3:44 am
Posted in: Uncategorized

Hidup biasanya banyak masalah, dan masalah kl sy umpamakan seperti shypilis, jadi hidup = syphilis?

Menurut arda a.k.a. surya winata, analogi saya “mengerikan” he..he..

Tapi kurang lebih saya pikir ada miripnya juga sih, serupa tapi tak sama he..he… Biar maksud saya jelas, mari kita sedikit ulas mengenai Syphilis.

Dari sebuah sumber (www.geocities.com), berikut penjelasan tentang shypilis :

Sifilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut. Sifilis sering dikenal sebagai lues, Raja Singa.

Stadium satu. Stadium ini ditandai oleh munculnya luka yang kemerahan dan basah di daerah vagina, poros usus atau mulut. Luka ini disebut dengan chancre, dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga ditemukan selama stadium ini. Setelah beberapa minggu, chancre tersebut akan menghilang. Stadium ini merupakan stadium yang sangat menular.

Stadium dua. Kalau sifilis stadium satu tidak diobati, biasanya para penderita akan mengalami ruam, khususnya di telapak kaki dan tangan. Mereka juga dapat menemukan adanya luka-luka di bibir, mulut, tenggorokan, vagina dan dubur. Gejala-gejala yang mirip dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal, mungkin juga dialami pada stadium ini. Stadium ini biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Stadium tiga. Kalau sifilis stadium dua masih juga belum diobati, para penderitanya akan mengalami apa yang disebut dengan sifilis laten. Hal ini berarti bahwa semua gejala penyakit akan menghilang, namun penyakit tersebut sesungguhnya masih bersarang dalam tubuh, dan bakteri penyebabnya pun masih bergerak di seluruh tubuh. Sifilis laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Stadium empat. Penyakit ini akhirnya dikenal sebagai sifilis tersier. Pada stadium ini, spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, jantung, batang otak dan tulang.

Oke itu dy penjelasan singkat tentang syphilis. sekarang saatnya kita menarik garis penghubung, antara hidup dan syphilis. (Yang pasti hubungannya baik - baik saja he..he..).

Singkatnya gini; dalam hidup kita pasti akan menemukan banyak masalah. Nah, ketika masalah ini tidak diselesaikan seperti halnya syphilis yang tidak diobati, maka masalah ini sepertinya akan tenggelam begitu saja dan seperti tidak ada masalah. Tetapi, karena masalah yang dibiarkan inilah akan membuat masalah - masalah lainnya timbul. Kebayang kan kalo masalah - masalah ini JUGA tidak diselesaikan? maka masalah akan semakin besar - besar dan besar hingga menumpuk - numpuk sampai menyerang “otak” (maksudnya jadi stress) dan bukan hal yang tidak mungkin akan menyebabkan kematian (bunuh diri).

Dengan ilustrasi di atas, jadi aku pikir g salah donk kalo aku bilang HIDUP = SYPHILIS kan?? he..he..

Terinspirasi oleh percakapan di chatting dgn seorang kawan (210309)






Published by Via Maheswari on March 14th, 2009 at 3:19 pm
Posted in: cuma curhat az

Ada ga yg pernah nonton reality show di salah satu televisi swasta yang berjudul TOLONG!!!???

Reality show ini biasanya ditayangkan tiap hari pukul 16.00 WIB. Biasanya sih aku menonton acara ini hanya untuk hiburan walau tetap saja jadi ikut berpikir, kira - kira jika aku dalam posisi orang yang dimintain tolong seperti itu aku akan menolong mereka gak?? habisnya kadang - kadang seperti tidak masuk akal dan terlalu berlebihan, misalnya pada tayangan kemaren (10/03/09) tentang anak SD yang jualan gorengan untuk membeli sepatu baru mengganti sepatu lamanya yg sudah robek. Kayaknya, aneh deh masa jual gorengan seharga sepatu baru, agak tidak masuk akal sih bentuk permintaan tolongnya. yah tapi ternyata yang aku pikir tidak masuk akal ternyata pada tayangan itu ada seorang ibu yg juga penjual gorenangan mau membelikan sepatu.

Nah yg paling membuatku miris adalah tayangan tadi sore (11/03/09). seorang ibu yang cacat tidak memiliki badan bagian bawah sehingga berjalan harus menggunakan tangan. ibu ini meminta tolong agar ada yang mau menolong untuk mengantarkannya ke rumah saudaranya di Salatiga. waks dari jakarta ke Salatiga, apa g jauh tuh??? well aku g bermaksud membahas jarak antara Jakarta dengan Salatiga.

Tp aku hanya merasa miris sekaligus merenung, apakah ini gambaran realitas??

Oke, itu mungkin hanyalah sebuah tontonan reality show yang semata - mata hanya sebuah hiburan tetapi kenapa harus mempertunjukkan kemiskinan, kecacatan ataupun ketidakmampuan seseorang. dan kemudian seolah - olah itu adalah sebuah kondisi yang wajar bagi seseorang untuk meminta tolong.

Sehingga rasanya wajar sekali jika kita melihat seorang cacat yang duduk di emperan toko seraya menengadahkan tangannya meminta pertolongan dan belas kasihan orang - orang yg lewat.
atau mungkin ketika seorang tua yang menunjukkan ke-renta-an nya untuk belas kasihan.

Kenapa harus begitu???
Aku dulu sering mendengar ibuku mengingatkanku untuk tidak mudah meminta tolong, selama kita masih mampu untuk melakukannya sendiri. Aku juga yakin tak ada hal yang tidak mungkin dilakukan ataupun dicapai selama kita berusaha.
Lalu kenapa harus begitu mudah mengucapkan kata “Tolong” pdahal kita masih punya tenaga dan pikiran untuk mencari cara bagaimana untuk menyelesaikannya.
Toh, masih banyak pula orang - orang dengan kecacatannya mereka tetap mampu berprestasi karena enggan putus asa.

Aku bukan bermaksud bahwa kita tidak seharusnya menolong orang lain, tetapi aku pikir pertolongan yang tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, tidak tepat guna, malah hanya mubazir. jadi menolong orang pun bukanlah hal yang baik jika pertolongan itu tidak tepat, hanya akan membuat mereka manja dan malas bukan???






Published by Via Maheswari on March 7th, 2009 at 4:02 pm
Posted in: inspiring article
Berselimut kain putih, khayalanku berkelana lincah walau tak selincah tubuh yg layu. kembali ku teringat ketika belia. Aku seorang belia yg lincah dengan segenap kebanggaan. Mereka bilang aku berbeda, berbeda karena aku py kebanggaan. Aku istimewa karena dalam darahku mengalir garis darah seorang penguasa dahulu, walau mungkin ini hanyalah “sisa - sisa”. Kebanggaanku mengatakan aku tak sama denga mereka. Kutolak kebaikan kawan - kawan kecilku, “Maaf aku ga boleh minum segelas dengan kalian”. saat itu aku tak mengerti apa artinya, aku hanya melakukan perintah penguasa di rumahku. Walau aku tak mengerti namun nurani belia ku merasakan ada yg salah dan rasa tak nyaman walau itu bernama kebanggaan. kucoba gugat kebanggaan ini, namun yang kuterima hanyalah jawaban singkat yg mungkin terdengar sombong “Banggalah pada garis itu..” Usiaku beranjak, kesadaran itupun membesar. Aku merasa ada yg salah tp sisa - sisa kebanggaan itu tetap masih ada. Kemudian aku pulang ke tanah dimana kebanggaan itu sebuah harga jual yang sangat mahal. kebanggaan itu tumbuh lagi. Menikmati rasa nyaman karena kebanggaan itu. Menikmati kemanjaan yg diberikan sekitar, menikmati perhatian dan elu - elu. Tapi… seiiring itu pula… aku harus siap untuk dinilai. kebanggaan itumelekat dengan sikap priyayi, melekat dengan sopan santun yang terkadang berlebihan, melekat pula pada pilihan - pilihan hidup yang pantas atau tidak pantas maupun boleh dan tidak boleh diambil. Semua itu membuatku merasa aku ingin keluar dari “zona nyaman” itu. aku merasa aku sama dengan tiap orang tanpa kecuali. Pelan - pelan aku mulai keluar dari kepompong yang terbentuk oleh kesepakatan - kesepakatan di masyarakat yang sangat kuagungkan tp sekaligus paling buatku ingin keluar olehnya. Namun aku bahkan tak cukup kuat mengeluarkan kedua sayapku. hanya satu sayap yang mampu kukeluarkan, padahal aku tahu untuk mencapai cita dan cinta itu aku butuh kedua sayapku untuk terbang mencapainya Ternyata… Aku memang belum cukup kuat untuk bisa keluar apalagi terbang bebas di langit biru Dan disinilah aku terbaring Di ruang putih dengan wangi “khas”nya wangi yang membiusku, tak beriku kesempatan bahkan untuk sedikit berjuang. Aku terbelenggu… Aku terpasung… Oleh kebanggaan yang bahkan tak beriku apa - apa kecuali cinta dari mereka yang sangat mengusung kebanggaan itu dan memintaku untuk tetap berjalan bersama mereka, karena jika tidak bagi mereka aku telah mengkhianati mereka. Aku hanya dapat membiarkan pikiran liarku terbang bebas tak terbatas Mataku pun terpejam. Akankah semua berhenti disini hanya menjadi sebua khayalan belakan??? Dan… Aku pun Lelap dalam lelah… Puri Raharja, 3 Maret 2009 Teruntuk aku yg belum juga dapat menjadi seekor kupu - kupu

Diperbarui pada hari Rabu - Beri Komentar -






Published by Via Maheswari on January 1st, 2009 at 2:35 am
Posted in: cuma curhat az

Aku sudah sadar akan rasa itu sejak beberapa waktu lalu

Aku sadar harus kuhentikan rasa itu dan mulai bangkit lagi

Namun rasa itu terlalu kuat kuasaiku

Hingga seorang menggugatku

Terhenyakku dan tersadar

Sudah terlalu lama kuberkutat dalam rasa itu

Tak kucoba juga tuk temukan jalannya

Kini ku harus lepas dari belenggu

Belenggu yg kubuat sendiri

Karena tak kucoba kalahkan rasa itu

Aku harus mencobanya

Karena aku tak ingin kehilangan

Tak ingin kehilangan sebuah harga itu

Aku harus mulai dari sini

Mulai saat ini






Published by Via Maheswari on November 21st, 2008 at 3:53 am
Posted in: cuma curhat az

hari ini benar2 g bisa kemana - mana. bukannya gak mau tapi emang g bisa. sebel banget deh rasanya….

berawal dari kemaren mukaku memerah, aku pikir biang keringat biasa soalnya emang belakangan wajahku sering kali keringatan. ternyata tadi malam merahnya tambah banyak dan tambah tebal sampai - sampai merambah badanku. kata aniek sih biduran.. aku bukan seorang biduan tp kok kena biduran (alah, apa hubungannya…)

intinya, ini menggangu banget sampai - sampai harus minta temen gantiin siaran, g bisa ke KISARA padahal janji mw follow up sekolah, mpe g jadi ketemu org dekor lagi hikz…

semoga penyakit ini g sampai hari minggu, kan malu harus nge-mc acara festival video komunitas di Tabanan “yang katanya bintang tamu acara Nicholas Saputra” dengan tampang seperti ini. apa kata Nicholas coba?? (lah???emang apa kata Nicholas???) intinya g pede minta foto bareng ma Nicholas dengan wajah berantakan, so aku harus sembuh, harus cantik lagi biar pede majang foto bareng nicholas di fs and fesbuk he..he..






Published by Via Maheswari on October 30th, 2008 at 3:18 pm
Posted in: Uncategorized

kayak g ada hal laen di negeri ini yang perlu dibahas selain soal aurat…

Hoi yg mengaku dirinya wakil rakyat (rakyat yg mana??) masih banyak anak negeri yg g hidup layak, g mendapat pendidikan, pengangguran, dll. lalu apakah soal “moralitas” itu JAUH LEBIH PENTINGGGGGGGGGG dari semua itu???






Published by Via Maheswari on October 24th, 2008 at 2:17 pm
Posted in: Uncategorized

setiap jumat saya biasanya selalu mandu acara talkshow di Elkoga yang narasumbernya Bpk. I Gde Sudibya diberi title Manajemen Kebeningan Nurani.  beliau tuh sangat inspiratif, jadi beruntung sekali aku bisa dapat banyak inspirasi dari beliau gratis he..he..

Menurut beliau seseorang akan mencapai kesuksesan ketika menjadi seorang yang utuh, otak, pikiran, raga, dan hati. Sehingga ada empat kecerdasan yang mempengaruhi kesuksesan seseorang yaitu kecerdasan Intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan fisik, dan kecerdasan spiritual.

Dan dari sekian banyak hal yang beliau sharing, yang paling tak terlupakan di benakku adalah pernyataan beliau bahwa persentase terbesar yang menentukan kesuksesan seseorang bukanlah kecerdasan intelektualnya, melainkan kecerdasan emosionalnya. kecerdasan membuat seseorang tahu bagaimana menjaga membangun hubungan, disiplin, mampu mengungkapkan ide dengan lugas, dan masih banyak lainnya yang sangat dibutuhkan setiap orang dalam meniti karier bahkan untuk seorang pekerja yang banyak menghabiskan waktunya di depan komputer atau orang dibelakang meja.

tapi ternyata kecerdasan emosional inilah yang paling sulit dilatih, kenapa?? Anda lah yg paling tw jawabannya he..he..

(tertarik dengerin talkshow MKN??? Makanya dengerin Elkoga Radio Bali di 96.90FM setiap hari Jumat, Pk. 11.00 - 12.00 Wita, GRATISSSSSSSSSS)






Published by Via Maheswari on October 21st, 2008 at 2:08 am
Posted in: cuma curhat az

Sabtu - Minggu, 18 - 19 Okboter 2008, DAKU! atau Dunia remajAKu serU! ngadain pelatihan untuk guru - guru dari enam sekolah negeri dan swasta yang ada di Denpasar dan satu di Sukawati. Pelatihan ini seperti pelatihan tahun - tahun sebelumnya sih isinya sama yaitu tentang kespro remaja tapi tetap aja ada yg beda…

aku dan team laen ngerasa kalo pelatihan kali ini tidak seseru pelatihan sebelumnya, kalo biasanya tuh guru - guru sangat larut satu sama laen tapi kali ini seperti ada batas, malah mereka sendiri merasa kalo g kompak..

kami jadi sedikit khawatir program g akan jalan dengan lancar, masalahnya kalo pelatihan mereka az g seru palagi pas jadi fasilitator? yah masalahnya emang proses awal tidak selancar tahun lalu. jika tahun lalu kami yang memilih gurunya melalui survey ke siswa kalo sekarang dua sekolah g mw jika diadakan survey karena mereka ingin agar guru dipilih sendiri dan benar saja guru yang dipilih sekolah SAMA SEKALI TIDAK MENYENANGKAN. tapi semoga itu hanya prasangka awal kami az…

Tapi kami pikir bisa jadi guru - guru tidak sekompak tahun sebelumnya, karena kami tidak menginapkan mereka. makanya, kami mw lihat pelatihan berikutnya yaitu Pelatihan DAKU! karena kami akan menginapkan mereka, tp bilang mw nginapin az mereka langsung merenggut…

ugh bener2 ga seru dan g kompak deh

gurunya az g kompak gimana mw buat remaja senang difasilitasi mereka, ugh menyebalkan






Published by Via Maheswari on October 7th, 2008 at 3:01 am
Posted in: cuma curhat az

Beberapa waktu lalu, bioskop - bioskop di pelosok negeri, penuh sesak dengan keingintahuan mengenal cinta sejati yang mengambil setting di negeri orang, Ayat - ayat cinta.

Tapi ternyata sudut - sudut suram bangsa ini pun mampu mengukir kisah indah, sebuah kisah yang memberikan makna tersendiri bagiku dan tentunya juga bagi kebanyakan orang.

Terkisahkan sepuluh orang anak yang berlatar belakang tidak mampu secara finansial tetapi memiliki semangat belajar yang tak terkalahkan oleh keadaan. Dan beruntunglah masih ada sebuah sekolah yang memberikan mereka kesempatan untuk mereguk pendidikan, dan masih ada pula orang - orang yang peduli dengan masa depan mereka, adalah bu Mus namanya.

Kisah ini patut diacungi jempol karena kisahnya yang sederhana namun memiliki makna yang luar biasa dalam. Settingnya yang juga sederhana, namun entah gimana betul - betul mampu membawaku ke tahun 1970, terlepas dari beberapa hal yang ada sedikit kurang matching dengan jamannya, tapi tidak substansial jadi menurutku bukan masalah.

Belum lagi kompleksitas permasalahan yang betul - betul memasyarakat. Kisah cinta seorang pemuda belia yang tidak “vulgar” melainkan sangat menyentuh. tidak dapat dipungkiri bahwa seorang belia pun mampu memahami cinta, karena cinta itu universal dan bukan milik usia tertentu. belum lagi kisah seorang seniman cilik yang dengan kegilaannya ternyata mampu memberikan sekolahnya sebuah piala. belum lagi diperlihatkan secara jelas perbedaan sekolah SD PN Timah dengan SD Muhammadyah, tetapi tidak seperti sinetron - sinetron kebanyakan yang biasanya jika ada dua sekolah yang sangat berbeda maka akan terjadi pelecehan pada pihak yang lebih tidak mampu dan itu dilakukan oleh remaja - remaja belia. tetapi dalam kisah ini, hal itu tidaklah terjadi, karena anak - anak memanglah belum begitu mengerti soal “kelas” seperti itu, kita orang dewasalah yang membuat mereka berpikir seperti itu. Flo, malah sampai pindah sekolah karena merasakan semangat “Laskar Pelangi”. Juga ketika bu Mus bersedih telalu lama karena pak Harun berpulang, semangat “Laskar pelangi” lah yang membuatnya mampu kembali bangkit dan mengingatkannya pada harapannya agar mereka dapat menggapai cita - cita.

Klimaksnya adalah ironi yang terjadi ketika Lintang berhasil membawa sekolahnya menjadi juara 1 lomba cerdas cermat setelah sempat diragukan oleh juri. dia pulang dengan kebanggaan namun berakhir dengan kesedihan ketika menemukan ayahnya yang tidak juga kunjung pulang. belum lagi surat singkatnya yang begitu dalam menyentuh hatiku…

betapa ironinya hidup ini…

Banyak orang yang punya SEMANGAT tapi tidak punya KESEMPATAN

tapi lebih banyak lagi orang yang punya KESEMPATAN tapi tidak punya SEMANGAT.






Published by Via Maheswari on August 12th, 2008 at 2:46 pm
Posted in: Uncategorized

Dalam Rangkaian Hari remaja (12 Agustus ) dan Hari AIDS Sedunia ( 1 Desember ), KISARA melaksanakan kegiatan Lomba Blog Remaja dengan tema “Bangkitkan Eksistensi Remaja”. Lomba ini terbuka untuk kalangan remaja dengan menarik. Buruan ikutan! Please Visit : http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008/